Jl. Raya Serpong KM. 7 Perumahan Bukit Serpong Mas BV-315 Telp +62 (21) 29445682
Home
Contact

Article

Kamis , 21 Nov 2019 10:36:48

Alasan Kenapa Anda Sariawan Setelah Cabut Gigi Plus Cara Mengatasinya

Sariawan umumnya terjadi saat mulut Anda terluka karena tergigit atau kekurangan nutrisi tertentu. Beberapa di antaranya juga pernah merasakan sariawan setelah cabut gigi ke dokter. Namun, apakah kondisi ini normal terjadi? Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu semua jawabannya pada ulasan berikut ini.



Kenapa muncul sariawan setelah cabut gigi?

Bila Anda merasakan sariawan pada pipi bagian dalam setelah mencabut gigi, Anda tidak perlu cemas. Kondisi ini umum terjadi dan bukan menandakan adanya infeksi dari proses pencabutan gigi.

Meski penyebab sariawan beragam, bila terjadi setelah gigi dicabut kemungkinan besar disebabkan oleh iritasi. Iritasi pada gusi ini terjadi akibat adanya tekanan dan gesekan saat dokter gigi berusaha menggoyangkan dan menarik gigi yang ingin dicabut.

Semakin besar goyangan untuk menggoyahkan gigi, semakin besar juga tekanan dan gesekan pada gusi. Itu artinya, orang yang butuh bantuan ekstra untuk mencabut giginya akan lebih berisiko mengalami sariawan.



Tips mengobati sariawan setelah cabut gigi

Sariawan yang muncul memang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini mungkin membuat Anda sulit bicara dan makan, terutama saat mengonsumsi makanan asam, asin, dan pedas.

Untungnya, sariawan dapat pulih dengan sendirinya dalam 7 atau 10 hari.

Walaupun dapat sembuh dengan sendirinya, Anda bisa mempercepat proses pemulihannya. Beberapa cara berikut ini dapat membantu meredakan gejala sekaligus mengatasi sariawan setelah cabut gigi berikut ini.



1. Minum obat sariawan

Ada banyak obat tanpa resep yang bisa Anda minum untuk mengobati sariawan. Beberapa obat sariawan yang bisa Anda coba, antara lain:

  • Obat oles bentuk gel atau krim yang membantu meredakan nyeri sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Kandungan bahan aktif pada obat tersebut meliputi benzocaine, fluocinonide, atau hidrogen peroksida.
  • Obat minum bila obat oles tidak bekerja dengan efektif, contohnya obat sucralfate.


2. Kumur dengan larutan garam atau baking soda

Selain minum obat, laman Mayo Clinic menyebutkan bahwa sariawan setelah cabut gigi bisa diredakan gejalanya dengan berkumur larutan garam atau baking soda.

Larutan garam memang menimbulkan rasa perih di mulut, tapi bisa mengurangi peradangan sariawan. Sementara baking soda dapat membantu mengembalikan keseimbangan pH mulut yang membantu menyembuhkan sariawan.



3. Mengemut es batu

Cara ini memang tidak menyembuhkan sariawan, namun bisa membantu meredakan gejalanya. Masukkan sebongkah kecil es batu ke dalam mulut. Kemudian diamkan es tersebut dalam mulut hingga larut. Sensasi dingin dari es bisa mengurangi rasa nyeri sariawan.



4. Hindari makanan tertentu

Agar sariawan setelah cabut gigi lebih cepat sembuh, untuk sementara batasi makanan yang sifatnya mengiritasi. Contohnya, makanan yang terlalu asam, pedas, atau keras. Makanan ini bisa memicu rasa perih bahkan memperluas luka sariawan.



Haruskah pergi ke dokter?

Umumnya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan dokter. Namun, bukan berarti Anda menyepelekan gejala sariawan yang tidak kunjung membaik.

Bila sariawan menjadi lebih besar, menimbulkan sariawan baru, berlangsung lebih dari 2 minggu, dan menimbulkan rasa sakit parah serta demam, jangan tunda untuk pergi ke dokter.

sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/gigi-mulut/sariawan-setelah-cabut-gigi/


©2018 www.grahamaya.com, All Right Reserved